Aditya Moha Akui Menyuap untuk Bebaskan MMS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Utara, Sudiwardono dan seorang anggota DPR RI, Aditya Anugerah Moha.

Aditya Moha Akui Menyuap untuk Bebaskan MMS

Manado, fokussulut.com Keduanya diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Sabtu (07/10/2017) dini hari, di sebuah hotel di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat.

Penangkapan ini berkaitan dengan status hukum ibunda Aditya Moha, yang juga anggota DPRD Sulut, Marlina Moha Siahaan (MMS).

Aditya Moha kepada media menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat. Dia mengakui perbuatannya tersebut semata untuk menyelamatkan sang ibunda.

“Niat saya baik tapi mungkin cara yang belum terlalu tepat. Saya berjuang saya berusaha maksimal demi nama seorang ibu,” ujarnya sebelum masuk ke mobil tahanan, Minggu (8/10/2017) lewat tengah malam.

Diketahui, Mantan Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow dua periode, Marlina Moha Siahaan dijatuhi vonis lima tahun penjara setelah dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado, Rabu (19/07/2017).

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Marlina sebagai terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Majelis hakim sidang Marlina terdiri dari ketua Majelis Hakim Sugiyanto, dan anggota Emma Ellyany dan Halidja Wally.

Dalam pembacaan vonis, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan dakwaan Pasal 2 ayat (1), jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ketua Komisi II DPRD Sulut itu dijatuhkan hukuman pidana penjara selama Lima (5) tahun penjara dan denda sejumlah Rp 200 juta subsider dua bulan penjara. Vonis Marlina lebih tinggi dari tuntutan 4,6 tahun yang diajukan jaksa.

Marlina juga diwajibkan membayar uang pengganti akibat kerugian negara tersebut sebesar Rp. 1,25 Miliar.

Dalam pembacaan vonis tersebut, majelis hakim juga langsung memerintahkan penahanan terhadap Marlina. Marlina sempat mendekam dalam sel yang ada di Rumah Tahanan Malendeng.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (6/10) KPK mengamankan SGD 64 ribu. Terungkap juga, kesepakatan total commitment fee sebesar SGD 100 ribu. Nilai tersebut diperuntukkan untuk tidak dilakukan penahanan (SGD 20 ribu) dan untuk mempengaruhi putusan banding (SGD 80 ribu).

Facebook Comments