Enceng Gondok Yang Kuasai DAS Tondano Tanggung Jawab Siapa?

MINAHASA, fokussulut.com – Meski sudah beberapa bulan lamanya, namun nampak keberadaan tanaman gulma jenis Enceng Gondok di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano suli teratasi. Buktinya, hingga kini tanaman itu masih banyak berada di DAS Tondano.

Seperti terpantau dalam beberapa waktu terakhir ini, tanaman itu seakan dibiarkan begitu saja tumbuh subur di sungai itu. Padahal keberadaan tanaman tersebut sangat mengganggu aktivitas warga, terutama para nelayan.

Sejumlah nelayan di Kelurahan Ranowangko, Kiniar, dan Luaan ketika diwawancarai Kontributor  fokussulut. com mengaku kesulitan mencari nafkah karena tidak bisa melewati DAS yang tertutup Enceng Gondok. Mereka meminta perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa untuk penanganan persoalan tersebut karena menyangkut kesempatan mencari nafkah untuk keluarga.

“Stop saling lempar tanggung jawab. Saatnya buktikan untuk membersihkannya tanpa embel-embel,” jelas James F Sumanti, seorang warga.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Minahasa Alva Montong ketika dimintai keterangannya, hanya menjawab bahwa pihaknya hanya mampu sebatas mengangkat.

“Kami hanya sebatas untuk mengangkat guna membersihkan,” jelas Alva.

Menariknya, beberapa waktu lalu Pemkab Minahasa pernah menyatakan jika masalah Eceng Gondok di DAS Tondano itu bukan tanggung jawabnya, melainkan urusan Pemerintah Sulawesi Utara dan tentu perlu ada perhatian dari Pemerintah Kota Manado karena air dari DAS itu banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Manado, bukan saja hanya penduduk di Kabupaten Minahasa saja.

Facebook Comments