Heran, Proses Hukum Dosen Pengunggah Foto Yaki Terus Tertunda

MANADO, fokussulutt.com – Proses persidangan terhadap DS alias Devy, seorang dosen di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang jadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Manado karena mengunggah foto hasil buruan satwa liar dilindungi terus mengalami penundaan.

Penundaan itu telah berlangsung hampir sebulan. Padahal, Devy sudah jalani sidang tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), sejak Selasa (19/9/2017).

Menurut informasi dari pihak PN Manado, tertundanya sidang sering dikarenakan keterlambatan dari pihak JPU.

“Kemarin kami tunggu sampai sore hanya Penasehat Hukum terdakwa yang hadir, tapi di kroscek lagi ya sama Panitera,” ujar sumber dari PN Manado, Sabtu (14/10/2017). Dia membeber kalau sidang kasus ini kembali akan digelar pada Rabu (18/10/2017) pekan depan.

Pada sidang tuntutan, Devy diancaman empat tahun penjara oleh JPU atas perbuatannya mengunggah foto berburu satwa liar, Yaki (Macaca nigra) yang merupakan satwa liar dilindungi ke halaman Facebook miliknya.

Perbuatan Devy pertama kali terungkap saat dirinya memamerkan foto hasil perburuan di media sosial Facebook pada tanggal 19 Desember 2014. Hal ini lantas memicu protes dari berbagai pihak. Selang berapa hari kemudian, pada tanggal 24 Desember 2014, Devy akhirnya dilaporkan ke polisi oleh pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut.

Selain dua ekor Yaki yang tampak dipegang Devy, dua ekor Kus-Kus Sulawesi yang terancam punah dan dilindungi terlihat tergeletak di lantai tepat di bawah tiga senapan angin.

Setelah ditindaklanjuti oleh Polda Sulut, Devy lalu diproses karena diduga melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Lewat proses hukum yang panjang, tuntutan terhadap Devy baru bisa dilaksanakan.

Facebook Comments