Kejati Bidik Hukumtua Pulisan Terkait Dana Desa

Manado, fokussulut.com – Instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait penggunaan dana desa, untuk pembangunan desa, ternyata tidak sesuai dengan harapan.

Bagaimana tidak, banyak Kepala Desa yang salah memanfaatkan dana tersebut sehingga harus berurusan dengan hukum.

Seperti Hukumtua Desa Pulisan, Vekly Ansa. Desa yang dipimpinnya tidak ada kemajuan sama sekali sampe saat ini. Setiap proyek yang dibuat hanya kamuflase saja karena yang dikerjakan setengah jadi, misal dana pembangunan jalan, dengan menggunakan anggaran pemerintah kabupaten, Swasta (MSM) serta ADD, tumpang tindih sehingga ada kerjasama antara Hukumtua dan Ketua BPD untuk melakukan korupsi secara bersama – sama, dari pengakuan oleh beberapa Hukumtua sekitar yang mengatakan sudah hal lumrah di desa Pulisan kalau sering terjadi penyalahgunaan anggaran Dana Desa untuk kepentingan pribadi Hukumtua dan ketua BPD.

Bahkan informasi pembelian mobil pun mencuat dugaan menggunakan dana desa sebagai harta kekayaannya. Hukumtua dan Ketua BPD Belum lagi, Restribusi masuk lokasi wisata ke Pantai Pulisan yang sarat dengan penyimpangan yang dilakukan oleh Hukumtua.

Informasi beredar, Hukumtua Vekly Ansa ini diduga telah menyalahgunakan dana desa, sehingga desa yang dipimpinya tidak ada perkembangan sama sekali. serta Bahkan jalan utama Desa Pulisan rusak parah dan tidak pernah diperbaiki.

Laporan peyelewengan dana tersebut telah masuk ke Kejaksaan Tinggi Sulut dan saat ini akan dilakukan penyidikan. Informasi tersebut didapatkan pada salah satu Jaksa yang akan menangani laporan tersebut.

“Kami sudah mengumpulkan data dugaan penyelewengan dana desa tersebut. Dan saat ini sedang mendalaminya. Dan dalam waktu dekat ini Hukumtua ini akan dipanggil secara resmi untuk dilakukan pemeriksaan atas laporan ini. Jika terbukti kesalahan mereka, maka langsun ditahan untuk diproses secara hukum,”tegasnya.

Facebook Comments