Kejati & Polda Bidik Kasus IPAL Tinja Mangkrak di Manado

MANADO  fokussulut.com- Pemerintah Kota dan Satuan Kerja PPLP Abubakar Idrus saling lempar bola soal kasus Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kawasan atau IPAL tinja.

Pengamat Pemerintahan Taufik Tumbelaka menilai, dengan situasi dua instansi saling lempar bola panas menandakan ada persoalan mendasar dari kasus ini.

“Jika menimbulkan pertanyaan tentu harus ditelusuri,” kata dia.

Kalau bisa menurut Tumbelaka, bisa melibatkan pihak berwenang seperti kepolisian atau kejaksaan

“Jika nantinya ditemukan kejanggalan dan berpotensi penyimpangan, maka itu semua ada aturan mainnya,” ungkap anak mantan Gubernur ini.

Prinsipnya pengadaan suatu proyek pemerintah harus berjalan sesuai rencana karena menyangkut dana negara “Ini uang rakyat, harus dipertanggungjawabkan,” katanya.

Jika hanya tersia-sia seperti ini, berarti termasuk merugikan keuangan negara, berarti ada masalah yang harus diusut tuntas

“Sekarang pertanyaannya, tanggung jawab siapa ini?” katanya.

Saat akan diserah terimakan diduga ada masalah kualitas fisik yang tidak sesuai standar teknis, “Bagaimana proses pengawasan pelaksanaan proyek itu di masa lalu,” ujarnya.

Menyangkut IPAL itu, Pemkot menolak untuk mengoperasikan alasannya fasilitas itu sudah rusak duluan sebelum diserahkan.

Jaringan IPAL Kawasan atau IPAL tinja di Kota Manado dibangun sejak 2011 dengan dana APBN. Selesai 2014, sampai sekarang fasilitas itu mangkrak.

Facebook Comments