Penetapan APBD-P Minahasa Disinyalir Menyalahi Aturan

MINAHASA, fokussulut.com – Proses penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Minahasa disinyalir menyalahi aturan.

Hal itupun terungkap ketika pelaksanaan sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa, Jumat (29/9/2017).

Dimana ketika Ketua DPRD James Rawung  akan menetapkan APBD-P menjadi sebuah Peraturan Daerah (Perda), Wakil Ketua Careig N Runtu (CNR) pun langsung melakukan interupsi.

Dalam interupsi, CNR mempertanyakan soal mekanisme pembahasan hingga penetapan APBD-P. Pasalnya dikatakan Ketua DPD II Partai Golkar ini, nota kesepakatan Kebijakan Umum Platform Prioritas Anggaran Sementara (KU-PPAS) harus ditanda tangani oleh Pimpinan DPRD bersama pihak eksekutif.

Pimpinan DPRD dimaksud adalah Ketua serta dua orang Wakil Ketua. Namun kenyataannya, dikatakan CNR, dirinya bersama Vence Mawuntu yang juga sebagai Wakil Ketua tidak bertanda tangan.

Alasan mereka karena ketika proses pembahasan, pihak eksekutif belum memberikan jawaban atas beberapa pertayaan yang dilontarkan oleh Badan Anggaran (Banggar).

“Kami belum bertanda tangan karena menganggap beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh pemkab, tidak ada sampai saat ini,” tukas putra sulung dari Stevanus Vreeke Runtu (SVR) ini.

Oleh karena itu dirinya menilai jika proses penetapan APBD-P kali ini adalah menyalahi aturan dalam hal mekanismenya. Karena juga jika dipersoalkan mengenai waktu, itu terjadi kesalahan dari pemkab sendiri.

Karena berdasarkan aturan yakni Permendagri nomor 13 tahun 2006, KU-PPAS harus diajukan pada Minggu pertama bulan Agustus. Namun kenyataannya ketika diajukan ke DPRD sudah masuk September ini.

Rawung ketika menanggapi berbagai pernyataan dan pertanyaan CNR menyatakan apa yang sudah dilakukan kali ini telah sesuai aturan. Karena telah melalui mekanisme pembahasan bersama pemkab dalam forum Banggar maupun Komisi.

Bahkan dikatakan politisi PDIP ini, seluruh proses dan penetapan semua atas persetujuan anggota DPRD Kabupaten Minahasa.

Facebook Comments