|

Penggelapan Miliyaran Rupiah di BRI Kotamobagu Misterius

Rumah Sakit Malalayang Jadi Saksi

Penggelapan Miliyaran Rupiah di BRI Kotamobagu Misterius

Kotamobagu, fokussulut.com – Keluarga Nasabah mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengambil alih kasus dugaan penggelapan miliyaran rupiah di BRI Kotamobagu. Pasalnya, pelelangan Rumah Makan Nyiur Hijau, Kebun Cengkih, rumah pribadi di Matali, dan kediaman di Manado kembali disorot warga menyusul dugaan  digelapkannya miliyaran rupiah lelang aset milik warga. Diketahui, keempat aset milik nasabah di Desa Bungko Kecamatan Kotamobagu Selatan, YSM alias “Yasti”, diduga sebagai pemenang dalam proses lelang yang dilaksanakan di Balai Lelang Manado medio 2010, dan Rumah Sakit Kandow jadi saksi penjualan aset tersebut.

Menarik disimak, Menurut Keluarga Nasabah yang menolak namanya dikorankan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kotamobagu bakal menelan pil pahit, selain menggelapkan sisa dana penjualan empat (4) aset milik nasbah, juga mengabaikan Undang-undang perbankan. Pasalnya, proses lelang itu terindikasi sarat kepentingan, baik menjadikan lelang aset tersebut sebagai fondasi bisnis juga menggelapkan miliyaran dana untuk kantong-kantong pribadi serta kelompok. “Tidak benar proses lelang itu. Kami tahu bahwa proses lelang itu bisa terjadi kalau sudah dilakukan penyitaan. Inikan aneh, empat aset milik kami tidak jelas sampai sekarang lantaran tidak ada penyitaan kok bisa langsung di lelang tanpa pemberitahuan,” ujar keluarga korban yang mengaku dibohongi pihak bank BRI Kotamobagu.
Ironisnya, undang-undang yang diterapkan dalam proses lelang waktu itu tak kunjung jelas. “Setahu kami kalau proses lelang harusnya mengacu aturan, bukan kebijakan dan atau kepentingan mencari keuntungan tanpa mengeluarkan keringat sedikit-pun. Tidak mungkin Kepala BRI di Manado tidak mengetahui masalah ini. Masa tidak pernah ada penyitaan kemudian langsung dorang lelang torang pe empat aset tanpa mengacu undang-undang perbankan? Bahkan waktu pilelang aset itu, saya tidak diundang lantaran saya lagi terbaring sakit dengan keadaan tidak sadar diri di Rumah Sakit Kandow Malalayang. Makanya, kami keluarga bersepakat akan lanjutkan masalah ini sampai ke Jakarta kalau perlu sampai di KPK,” tandas keluarga korban ini.
Kepala BRI Cabang Kotamobagu berulangkali dikonfirmasi selalu menghindar. Begitu juga Kepala Bagian Kredit, terkadang bersembunyi ketika mau dimintai tanggapan soal proses lelang aset di Balai Lelang Manado waktu lalu. “Maf pak Arthur, jujur saja kami bukannya tidak mau berikan komentar tapi tanpa petunjuk pimpinan kami tidak bisa. Tunggu saja kalau Kacab sudah devinitif,” kata kepala bagian Umum Bank BRI.
Lain halnya, YSM alias “Yasti”, berulang kali dikonfirmasi melalui via telepon tidak diindahkan. “Tanya saja ke pihak bank,” ungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI via SMS. (Arthur Mumu)
Berikan komentar anda disini, bebas tapi tidak mengandung kalimat dengan unsur pornografi atau SARA.
Bijaklah dalam berkomentar agar dapat menjadi contoh bagi yang lain. Anda setuju, bukan?
Jika ada keperluan lainnya, silahkan menghubungi redaksi. Terimakasih




Kolom Iklan, Hubungi : 0812-88272088 | 0852-56797909 | 0431-3422343









Home | Opini Anda | Advetorial | Iklan Promosi | Bukutamu | Redaksi
HakCipta © 2009 - 2013 FokusSulut.Com