PT TIARA RAYHANA RATU SELMINA BAKAL BANGUN KAMPUS UBM

KOTAMOBAGU. fokussulut.com–  PT Tiara Rayhana Ratu Selmina serius dalam meningkatkan mutu pendidikan di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Hal tersebut dibuktikan dengan rencananya Pembangunan gedung kampus yang dilengkapi sarana dan prasarana bertaraf internasional dan ditopang dengan tenaga dosen berlatar belakang pengajar profesional.

Seperti yang  diungkapkan oleh direktur PT Tiara Rayhana Ratu Selmina, Rukli Ifan Mokoginta, Rabu (20/9) saat diwawancarai di kantor PT Tiara Rayhana Ratu Selmina di jalan Siliwangi Kotobangon. Kota Kotamobagu.

” Sebagai wujud penghormatan perusahaan kepada daerah ini, universitas ini kami sematkan nama Universitas Bolaang Mongondow  atau disingkat UBM,” kata Rukli Ifan Mokoginta.

Dijelaskannya juga, Gedung kampus universitas Bolaang Mongondow terdiri dari 10 gedung fakultas, 1 gedung rektorat, 2 gedung asrama mahasiswa yang terbagi 1 asrama putra dan 1 asrama putri, ditiap gedung fakultas bisa menampung 720 mahasiswa jika dikalikan 10 maka Universitas Bolaang Mongondow memiliki daya tampung berkapasitas  7200 mahasiswa.

“ Nantinya akan dibangun sekitaran 15 Gedung fasilitas, serta Tenaga pengajar (Dosen-red) yang kami siapkan berdasarkan hasil konsultasi dengan kementerian pendidikan Republik Indonesia, semuanya sebagaimana kriteria yang telah diatur oleh kementerian pendidikan,” Jelas Rukli.

Lanjutnya, selain fasilitas gedung perkuliahan di kompleks kampus juga akan disiapkan fasilitas olahraga, ruang terbuka hijau dan fasilitas umum lainnya,” kata Ifan, sapaan direktur PT Tiara Rayhana Ratu Selmina.

Pembangunan kampus ini langsung diapresiasi oleh masyarakat Bolmong Raya, Ali Imran Aduka. ketua Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow, dimana Pembangunan fasilitas pendidikan oleh PT Tiara Rayhana Ratu Selmina harus disuport oleh seluruh masyarakat BMR termasuk pemerintah Kabupaten / Kota di BMR.

“ Ini adalah investasi yang cukup besar harus didukung dan juga sebuah peluang bagi putra-putri BMR mengenyam pendidikan tanpa harus berbondong-bondong sekolah diluar daerah, ” kata Ali Imran Aduka.

Facebook Comments