Satu Lagi Hakim Di PT Manado Diperiksa KPK

MANADO, fokussulut.com – Seusai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dan menggeledah Pengadilan Tinggi (PT) Manado selama tujuh jam, pihak PT Manado melalui Hakim Tinggi sekaligus Wakil PT Manado Siswandriyono berinisiatif memberikan penjelasan kepada para awak media, Minggu (8/10/2017).

Dia membeber, anggota KPK yang datang ke Manado ada 27 orang, yang terdiri dari dua tim. Yang satu melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Ketua PT Manado, yang satu lagi di Kantor PT Manado. Penggeledahan ini terkait kasus suap yang mencoreng marwah Lembaga Peradilan di Sulawesi Utara yang dilakukan Ketua PT Manado Sudiwardono, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Aditya Anugrah Moha (ADM).

“Apa yang dibutuhkan, kami sudah layani baik. Penggeledahan di ruangan Kantor Ketua PT maupun di Rudis beliau. Untuk dokumen yang terkait kasus korupsi ada satu koper yang dibawa KPK,” ujar Siswandriyono.

Dia juga membeber, selain melakukan penggeledahan dan memeriksa sejumlah dokumen terkait kasus Marlina Moha Siahaan (MMS), KPK juga memeriksa satu hakim di PT Manado.

“Kalau hakim yang diperiksa, satu Hakim Adhoc. Pak Andreas. Cuma dimintai keterangan,” singkatnya.

Terkait perintah Mahkamah Agung yang memberhentikan sementara Ketua PT Manado karena kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini, Siswandriyono mengatakan, hal tersebut nanti ditindaklanjuti hari Senin (9/10/2017).

“Karena ini hari Minggu, baru besok berlaku surat dari Mahkamah Agung tersebut,” tutup Siswandriyono.

Sudiwardono dan ADM ditangkap KPK di Jakarta dalam sebuah OTT. Mereka terbukti melakukan perjanjian yang melanggar hukum, yakni melakukan praktek kolusi. ADM berjanji akan memberikan uang senilai Rp 1 miliar kepada Sudiwardono agar MMS dibebaskan dari hukuman yang dijeratkan selama lima tahun.

Facebook Comments